Menjelang Festival Musim Semi, untuk meningkatkan secara menyeluruh tingkat manajemen keselamatan kebakaran rumah sakit, memperkuat kesadaran keselamatan kebakaran dan kemampuan tanggap darurat seluruh karyawan, serta memperkokoh garis pertahanan keselamatan selama liburan, pada sore hari 8 Januari rumah sakit kami menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan simulasi keselamatan kebakaran menjelang Festival Musim Semi.

Simulasi kali ini menggabungkan “pelatihan teori + praktik langsung” dan berfokus pada dua bagian utama, yaitu evakuasi kebakaran dan penggunaan alat pemadam api.
Pada pukul 14.00, seiring munculnya asap simulasi dan berbunyinya alarm kebakaran, latihan evakuasi resmi dimulai. Personel dari departemen yang berpartisipasi mengikuti rute evakuasi yang telah ditetapkan, bergerak cepat dan tertib menuju area aman dengan posisi rendah serta menutup mulut dan hidung. Petugas keselamatan di setiap lantai segera mengambil posisi, mengarahkan evakuasi, dan menghitung jumlah orang. Seluruh proses berlangsung tegang namun tertib, dengan alur yang standar.

Setelah latihan evakuasi selesai, seluruh peserta berpindah ke area yang ditentukan untuk mengikuti pelatihan praktik penggunaan alat pemadam api. Petugas keselamatan kebakaran menjelaskan secara rinci struktur dan prinsip kerja alat pemadam api bubuk kering, langkah-langkah penggunaan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan.
“Pertama angkat, kedua tarik pin, ketiga pegang, keempat tekan.” Di bawah bimbingan profesional, tenaga medis serta staf administrasi dan logistik bergantian maju menghadapi sumber api simulasi dan melakukan latihan pemadaman sesuai prosedur. Banyak karyawan yang pertama kali menggunakan alat pemadam mengatakan, “Dulu saya selalu merasa alat pemadam api itu misterius. Setelah mencobanya sendiri, saya jadi paham. Pada saat penting, alat ini benar-benar bisa berguna!”

Setelah latihan selesai, pimpinan rumah sakit menekankan: “Rumah sakit adalah tempat dengan kepadatan orang yang tinggi, sehingga tanggung jawab keselamatan kebakaran sangat besar. Terutama sebelum dan sesudah Festival Musim Semi, penggunaan listrik dan gas meningkat, dan potensi bahaya keselamatan tidak boleh diabaikan. Seluruh rumah sakit harus selalu menjaga kewaspadaan keselamatan, memperlakukan latihan seperti situasi nyata, dan terus meningkatkan kemampuan penanganan darurat.”
Simulasi kebakaran ini tidak hanya menguji kelayakan dan efektivitas rencana tanggap darurat kebakaran rumah sakit kami, tetapi juga secara nyata meningkatkan kesadaran keselamatan kebakaran serta kemampuan menyelamatkan diri dan saling menolong para kader dan karyawan, sehingga meletakkan dasar yang kuat untuk menciptakan lingkungan berobat yang aman dan harmonis.
Keselamatan bukan hal kecil; pencegahan harus dilakukan sebelum api menyala. Rumah sakit kami akan terus memperkuat manajemen keselamatan kebakaran, memperkokoh garis pertahanan keselamatan, dan menyediakan lingkungan diagnosis serta pengobatan yang lebih aman dan andal bagi pasien dan karyawan.