—Dialog dengan Prof. Yi Cheng, Doktor Spesialis Tingkat 1 di Departemen Onkologi Abdomen Pusat Onkologi Rumah Sakit Huaxi Universitas Sichuan
Di lini terdepan klinis onkologi medis, hadir seorang dokter yang mendedikasikan dirinya untuk melawan kanker menggunakan kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi. Di bawah panduan pengobatan presisi, beliau menyusun rencana terapi komprehensif yang dirancang secara individual bagi para pasien tumor saluran pencernaan. Beliau juga mendalami esensi pengobatan tradisional Tiongkok dan secara konsisten mengintegrasikan konsep kedokteran integratif Barat dan Tradisional Tiongkok ke dalam seluruh proses penatalaksanaan kanker. Sosok tersebut adalah Profesor Yi Cheng. Beliau adalah Pakar Tingkat 1, sekaligus Dokter Spesialis Utama, Profesor, dan Pembimbing Program Doktor di Departemen Onkologi Abdomen Pusat Onkologi Rumah Sakit Huaxi, Universitas Sichuan, yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Anggota Tetap Cabang Onkologi Integratif Barat dan Tradisional Tiongkok Asosiasi Dokter Medis Tiongkok.
Profesor Yi Cheng, pria, lahir pada Maret 1968. Pada tahun 1985 hingga 1993, beliau menempuh studi dan meraih gelar Sarjana serta Magister di Xi'an Medical University (saat ini menjadi Fakultas Kedokteran Xi'an Jiaotong University). Pada tahun 1996, beliau memperoleh gelar Doktor di bidang Onkologi dari Shanghai Medical University (saat ini menjadi Fakultas Kedokteran Fudan University), di bawah bimbingan Profesor Yu Erxin, siapa merupakan pakar onkologi integratif Barat dan tradisional Tiongkok yang sangat terkemuka di Tiongkok. Pada tahun 1996, beliau ditugaskan untuk mengabdi di Departemen Kemoterapi Onkologi Rumah Sakit Huaxi, Universitas Sichuan. Selanjutnya, pada tahun 1999 hingga 2000, beliau bertolak ke Fakultas Farmasi, Universitas Toronto, Kanada, untuk mengikuti program penelitian pascadoktoral. Sekembalinya ke Tiongkok pada tahun 2000, beliau melanjutkan baktinya di Departemen Kemoterapi Onkologi (sekarang menjadi Departemen Onkologi Abdomen) Rumah Sakit Huaxi hingga saat ini. Beliau dipromosikan menjadi Lektor Kepala/Dokter Spesialis Senior (Associate Professor/Associate Chief Physician) pada tahun 2000, dan dipromosikan menjadi Profesor/Dokter Utama (Professor/Chief Physician) pada tahun 2006. Beliau mulai Mengajar sebagai pembimbing program magister sejak tahun 2000 dan sebagai pembimbing program Doktoral sejak tahun 2007.
Prof. Yi Cheng telah mendalami bidang terapi onkologi medis selama lebih dari 30 tahun. Fokus penelitian utama beliau bergerak di bidang farmakologi molekuler tumor, serta terapi target dan imunoterapi kanker. Dalam praktik klinis, beliau sangat ahli dalam kemoterapi untuk kanker lambung, kanker kolorektal, kanker pankreas, dan kanker ovarium, serta diagnosis dan terapi komprehensif untuk kanker paru-paru, kanker hati, kanker pankreas, serta sarkoma tulang dan jaringan lunak. Beliau memiliki pemahaman yang mendalam mengenai terapi tumor menggunakan obat tradisional Tiongkok. Beliau piawai dalam memadukan secara organik antara herbal tradisional Tiongkok dengan kemoterapi Barat, terapi target, dan imunoterapi, serta sangat mendukung pendekatan terapi komprehensif integratif Barat dan tradisional Tiongkok untuk penyakit tumor.
Prof. Yi Cheng telah lama mendedikasikan dirinya untuk penelitian dan pengembangan terapi target, imunoterapi tumor, serta obat-obatan herbal dan botani anti-kanker. Di bidang kemoterapi anti-angiogenik, beliau adalah orang yang pertama kali mengemukankonsep "Anti-Angiogenic Chemotherapy". Melalui metode pemberian obat kemoterapi secara metrononomik, metode ini mampu menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada tumor secara berkelanjutan, sehingga memberikan strategi pengobatan baru bagi pasien kanker stadium lanjut.
Dari lini depan klinis hingga ranah riset mutakhir, dari podium ruang kelas hingga organisasi akademis, Prof. Yi Cheng telah menunjukkan tanggung jawab dan dedikasi tinggi seorang dokter spesialis onkologi melalui keteguhan hati yang konsisten selama berpuluh-puluh tahun. Beliau telah memberikan kontribusi penting bagi kemajuan bidang terapi komprehensif tumor di wilayah Tiongkok Barat bahkan di tingkat nasional.
Berdasarkan data statistik, Prof. Yi Cheng telah mempublikasikan hampir 100 artikel ilmiah sebagai penulis pertama dan penulis korespondensi, dengan hampir 40 di antaranya merupakan artikel ilmiah terindeks SCI. Fokus penelitian beliau mencakup bidang yang luas, mulai dari terapi target, imunoterapi, kemoterapi, pengobatan integratif Barat dan Tradisional Tiongkok, hingga riset dan pengembangan obat herbal serta botani anti-kanker. Artikel-artikel ilmiah tersebut mencakup penelitian dasar maupun klinis pada berbagai jenis tumor padat, seperti kanker paru-paru, kanker lambung, kanker hati, kanker pankreas, dan kanker ovarium.
Prof. Yi Cheng bertindak sebagai penulis pertama. Artikel ini mendalami efek sinergis dalam meningkatkan efikasi serta mengurangi toksisitas dari kombinasi kemoterapi dan Ginsenoside Rg3 pada pengobatan kanker paru-paru. Melalui model eksperimen hewan, efek penghambatan dari terapi kombinasi tersebut terhadap pertumbuhan tumor serta dampaknya terhadap efek samping kemoterapi diamati secara sistematis. Hasil penelitian membuktikan bahwa Ginsenoside Rg3 dapat meningkatkan efek anti-tumor dari obat kemoterapi sekaligus meredakan reaksi merugikan yang disebabkan oleh kemoterapi. Hal ini memberikan dasar eksperimental ilmiah bagi pemanfaatan obat tradisional Tiongkok sebagai terapi ajudan dalam kemoterapi kanker. Artikel ilmiah ini merupakan salah satu hasil penelitian representatif dari Prof. Yi Cheng di bidang aplikasi kombinasi antara “kemoterapi anti-angiogenik” dan obat tradisional Tiongkok.
Prof. Yi Cheng bertindak sebagai penulis pertama. Artikel ilmiah ini membahas efikasi klinis dari modifikasi ramuan herbal Tiongkok Buzhong Yiqi Tang dalam mengobati gejala Sindrom Keringat Spontan pada 47 pasien tumor. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan klinis yang memuaskan, yang membuktikan bahwa pengobatan tradisional Tiongkok memiliki keunggulan unik dalam meredakan gejala penyerta serta meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Penelitian ini memberikan referensi klinis yang berharga bagi penerapan terapi tradisional Tiongkok sebagai pengobatan suportif bagi pasien tumor.
Prof. Yi Cheng yang bertindak sebagai penulis pertama, beliau di bawah bimbingan Prof. Yu Erxin. Artikel ilmiah ini menyajikan tinjauan sistematis mengenai perkembangan penelitian terkait kombinasi terapi intervensi dan radioterapi eksternal untuk kasus karsinoma sel hati primer yang tidak dapat dioperasi secara bedah. Artikel ini menunjukkan bahwa kedua metode tersebut memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing, sehingga penerapan terapi tunggal sulit mencapai hasil yang ideal. Melalui analisis tersebut, diajukan sebuah strategi optimasi untuk terapi kombinasi, yang memberikan referensi teoretis penting bagi penyusunan rencana penatalaksanaan komprehensif untuk kanker hati.
Prof. Yi Cheng bertindak sebagai penulis pertama. Artikel ini meneliti efek protektif dari obat tradisional Tiongkok terhadap kerusakan fungsi hati kronis pada pasien kanker hati pascaterapi intervensi. Melalui pengamatan klinis mengenai pengaruh kombinasi herbal tradisional Tiongkok dan terapi intervensi terhadap indikator fungsi hati pasien kanker hati, hasil penelitian membuktikan bahwa pengobatan tradisional Tiongkok dapat secara efektif meredakan kerusakan fungsi hati kronis yang disebabkan oleh terapi intervensi. Penelitian ini memberikan dasar klinis yang penting bagi implementasi praktis pengobatan integratif Barat dan Tradisional Tiongkok dalam penatalaksanaan kanker hati.
Prof. Yi Cheng telah melakukan serangkaian penelitian di bidang kemoterapi anti-angiogenik. Melalui pemberian kemoterapi dosis rendah secara metronomik, metode ini mampu menghambat proliferasi dan migrasi sel endotel vaskular tumor secara berkelanjutan serta memblokir proses angiogenesis tumor, sehingga mencapai tujuan dalam menghambat pertumbuhan tumor. Penelitian ini meletakkan dasar yang kuat bagi transleksi klinis dari kemoterapi anti-angiogenik, di mana hasil penelitian terkait memperoleh pendanaan dari Dana Penelitian bagi Tenaga Profesional yang Kembali dari Studi di Luar Negeri di bawah Kementerian Pendidikan Nasional Tiongkok serta Dana Program Penelitian Kunci dari Dinas Sains dan Teknologi Provinsi Sichuan.