- Jenis Kanker
- Kanker Hati
Kanker Hati
Kanker hati primer terutama terdiri atas karsinoma hepatoseluler (berjumlah 75%–85%) dan kolangiokarsinoma intrahepatik, dan menjadi penyebab kematian ketiga akibat kanker di seluruh dunia. Di wilayah Asia, kanker hati sebagian besar berkembang secara bertahap dari hepatitis B kronis dan sirosis.
KANKER HATI–JANGAN HANYA MENCARI HARAPAN, YANG LEBIH PENTING ADALAH TEMUKAN ARAH PENGOBATAN YANG TEPAT
Menghadapi diagnosis kanker hati, hal yang paling diperhatikan pasien adalah apakah masih ada peluang untuk mendapatkan pengobatan. Dengan pendekatan yang lebih presisi dan personal, melalui konsultasi multidisiplin (MDT), dokter menyusun rencana terapi berdasarkan kondisi penyakit dan kesehatan pasien. Uni-Asia Hospital menghadirkan tim ahli onkologi berpengalaman dengan kombinasi terapi seperti intervensi, ablasi tumor, terapi target, dan imunoterapi untuk memberikan lebih banyak pilihan pengobatan bagi pasien kanker hati.
PENGOBATAN KANKER HATI MODERN – TIKAK ADA METODE TERBAIK, HANYA ADA METODE YANG PALING SESUAI
Dalam pengobatan kanker hati, tidak ada satu metode yang cocok untuk semua pasien. Rencana terapi harus disesuaikan dengan stadium penyakit, karakteristik tumor, fungsi hati, dan kondisi kesehatan pasien. Saat ini tersedia berbagai pilihan seperti operasi, TACE, ablasi tumor, terapi target, dan imunoterapi. Uni-Asia Hospital menerapkan konsultasi multidisiplin (MDT) dengan melibatkan para ahli untuk menyusun rencana pengobatan yang lebih personal dan tepat bagi setiap pasien.
Kasus Pengobatan Tipikal

Pasien berkewarganegaraan China, berusia 71 tahun, didiagnosis mengidap kanker hati. Karena posisi tumor yang berdekatan dengan pembuluh darah besar serta kondisi pasien yang sudah lanjut usia dan lemah, ia telah mendatangi beberapa rumah sakit selama tiga tahun terakhir. Namun, seluruh rumah sakit tersebut menyatakan bahwa operasi tidak dapat dilakukan dan pasien tidak akan mampu menoleransi kemoterapi, sehingga tidak ada lagi metode pengobatan yang efektif. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia, pasien menjalani tiga kali tindakan TACE secara bertahap. Proses pemulihan pasca-operasi berlangsung lancar. Hasil pemeriksaan penapisan ulang menunjukkan bahwa tumor hampit hilang sepenuhnya, mencapai kesembuhan klinis, dan saat ini pasien telah kembali menjalani aktivitas normalnya di kebun buah.

Pasien berkewarganegaraan China, didiagnosis mengidap kanker hati disertai obstruksi saluran empedu yang parah dan jaundis berat di seluruh tubuh. Dalam waktu satu bulan, berat badan pasien menurun drastis hampir 15 kg, dengan kadar bilirubin mencapai 257,50 μmol/L. Karena posisi tumor yang berdekatan dengan pembuluh darah besar, beberapa rumah sakit menilai risiko operasi bedah terbuka terlalu tinggi. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia, pasien menjalani dua kali terapi intervensi berturut-turut. Pemulihan pasca-operasi berlangsung cepat, pasien sudah dapat turun dari tempat tidur dan beraktivitas keesokan harinya. Kondisi jaundis telah mereda, berat badan stabil, dan saat ini pasien telah kembali menjalani kehidupan normalnya.

Pasien berkewarganegaraan China, didiagnosis mengidap tumor masif pada area porta hepatis sekunder kedua saat berusia 9 tahun. Karena posisi tumor yang melekat erat dengan pembuluh darah besar, beberapa rumah sakit menilai sudah tidak memenuhi syarat untuk operasi pembedahan. Pihak keluarga kemudian membawa pasien anak tersebut ke Rumah Sakit Uni-Asia. Tim Profesor Liao Zhengyin merumuskan rencana terapi intervensi minimal invasif yang presisi melalui diskusi MDT dan berhasil melaksanakan tindakan tersebut. Pasca-tindakan, pasien anak mematuhi anjuran medis untuk menjalani pemeriksaan penapisan rutin secara berkala. Hasil tindak lanjut pencitraan medis menunjukkan bahwa tumor telah hilang sepenuhnya, tanpa kekambuhan selama 17 tahun, serta seluruh indikator klinis berfungsi normal. Saat ini, pasien telah lulus kuliah dengan predikat mahasiswa berprestasi dan telah bekerja, mencapai kelangsungan hidup jangka panjang dengan kualitas hidup yang tinggi.

Pasien adalah warga negara Tiongkok, berusia 70 tahun, seorang profesor pensiunan dari China University of Geosciences, dengan riwayat hepatitis B selama 35 tahun. Pada Mei 2025, ia didiagnosis menderita kanker hati tipe massa besar di lobus kiri hati, dengan diameter 12 cm, disertai asites, anemia sedang, dan gangguan fungsi hati yang berat. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia, tim Prof. Liao Zhengyin melakukan 2 kali prosedur angiografi arteri hepatika dengan terapi infus dan embolisasi. Dua bulan kemudian, pemeriksaan ulang menunjukkan bahwa tumor mengecil menjadi 6 cm, asites berkurang secara signifikan, dan fungsi hati pulih dengan jelas. Saat ini, pasien telah kembali menjalani kehidupan normal.

Pasien berkewarganegaraan Tiongkok, wanita berusia 41 tahun, didiagnosis menderita kanker hati tipe massa raksasa soliter pada lobus kanan hati. Tumor tersebut menekan saluran empedu sehingga menyebabkan ikterus tingkat berat. Akibat ukuran tumor yang sangat besar dan lokasinya yang spesifik, operasi pembedahan untuk pengangkatan tumor tidak dapat dilakukan. Pasien sebelumnya telah menjalani radiokemoterapi di rumah sakit lain, namun efektivitasnya tidak baik. Selain itu, pasien juga mengalami efek samping toksik yang parah seperti mual, muntah, dan supresi sumsum tulang, sehingga tidak mampu lagi menoleransi pengobatan tersebut. Setelah melalui berbagai rujukan dan akhirnya tiba di Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu, Tim Medis Multidisiplin (MDT) segera melakukan konsultasi bersama dan melaksanakan dua kali tindakan terapi intervensi arteri hepatika untuk pasien. Pascatindakan, pasien pulih dengan cepat dan gejala ikterus mereda total. Perbandingan hasil CT scan sebelum dan sesudah tindakan menunjukkan bahwa volume tumor menyusut lebih dari 70% dan kehilangan aktivitasnya. Saat ini, pasien telah mendapatkan kembali kemampuan untuk hidup mandiri dan kembali menjalani aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Pasien berkewarganegaraan Tiongkok, wanita berusia 78 tahun, didiagnosis menderita kolangiokarsinoma hilus akibat ikterus di seluruh tubuh. Setelah menjalani prosedur drainase PTCD di rumah sakit lain, gejala ikterus sempat mereda untuk sementara. Namun, karena lokasi tumor yang spesifik, faktor usia lanjut, serta pertimbangan lainnya, pasien tidak dapat menjalani operasi pembedahan maupun radiokemoterapi konvensional. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu, Tim Medis Multidisiplin (MDT) menyusun rencana intervensi yang dipersonalisasi untuk pasien, dan telah berhasil melaksanakan dua kali tindakan kemoembolisasi intervensi arteri. Pascatindakan, lesi tumor menyusut secara signifikan, saluran ekskresi empedu kembali lancar, warna feses yang semula seperti tanah liat berubah menjadi kuning normal, nafsu makan kembali pulih, dan kondisi mental membaik secara nyata. Saat ini, selang drainase pasien telah dicabut, dan pasien dapat kembali menikmati masa tuanya dengan damai dan tenang.

Seorang pasien wanita muda berkewarganegaraan Tiongkok pascaoperasi reseksi kanker paru-paru terdeteksi memiliki lesi metastasis soliter pada lobus kaudatus hati. Karena posisinya yang sangat dalam dan menempel erat pada pembuluh darah besar, tim bedah mengevaluasi bahwa tumor tersebut tidak dapat dioperasi. Rangkaian terapi lanjutan mulai dari radioterapi, kemoterapi, terapi target, hingga imunoterapi seluruhnya dinyatakan gagal, sementara penyakitnya terus menunjukkan progresivitas. Pasien mengalami nyeri hebat pada area hati, yang menyebabkan kualitas hidupnya menurun drastis dan kondisi mentalnya nyaris depresi. Setelah berbagai upaya mencari pengobatan di tempat lain tidak membuahkan hasil, pasien dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu. Melalui evaluasi mendalam, tim pakar lintas disiplin memutuskan untuk melakukan tindakan ablasi krioterapi multi-jarum dengan tingkat kesulitan tinggi. Pascatinndakan, bola es tampak menyelimuti tumor dengan sempurna tanpa adanya komplikasi seperti perdarahan intraoperatif maupun kebocoran empedu, serta rasa nyeri pada area hati mereda secara signifikan. Hasil pemeriksaan evaluasi berkala menunjukkan bahwa tumor telah mengalami nekrosis total, dan pasien kini telah kembali beraktivitas serta menjalani kehidupan normal.

Pasien laki-laki berkewarganegaraan Tiongkok, berusia 62 tahun (suku Tibet), terdiagnosis kanker hati pada Mei 2024 setelah mengalami hematemesis. Pasien telah menjalani enam kali terapi intervensi di beberapa rumah sakit, namun hasilnya belum optimal dan penyakitnya kerap kambuh. Pasien kemudian menjalani terapi target secara oral menggunakan Lenvatinib, di mana selama masa pengobatan timbul komplikasi berupa pendarahan saluran cerna dan ensefalopati hepatikum. Pada Mei 2025, pemeriksaan ulang menunjukkan adanya rekurensi intrahepatik dan metastasis kelenjar getah bening, dengan posisi tumor yang melekat erat pada dinding lambung, serta kadar Alfa-Fetoprotein (AFP) lebih tinggi dari 1210 ng/mL, yang menandakan progresivitas penyakit. Tindakan bedah resekso-resesif tidak dapat dilakukan akibat kondisi trombositopenia. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia di Chengdu, tim MDT melakukan evaluasi komprehensif dan memutuskan untuk melaksanakan prosedur ablasi WKnife(NanoKnife) pada kanker hati tersebut, yang menjadi prosedur WKnife pertama di wilayah Barat Daya Tiongkok. Sebelum tindakan, pasien diberikan terapi untuk meningkatkan kadar trombosit. Prosedur operasi dipimpin oleh Prof. Liao Zhengyin dan berjalan dengan lancar di bawah anestesi lokal yang dikombinasikan dengan anestesi intravena. Cakupan ablasi secara presisi berhasil melapisi seluruh area lesi sekaligus melindungi dinding lambung yang berada sangat dekat. Pendarahan intraoperatif hanya sebanyak 5 mL tanpa adanya komplikasi berat. Pascaoperasi, pemulihan pasien berjalan sangat baik, ditandai dengan penurunan kadar AFP yang signifikan dan stabilisasi lesi metastasis pada kelenjar getah bening. Saat ini, pasien terus menjalani imunoterapi secara teratur dengan kualitas hidup yang meningkat secara signifikan.

Seorang pasien wanita warga negara Tiongkok berusia 38 tahun menemukan adanya metastasis soliter pada lobus caudatus hati saat pemeriksaan pemantauan pasca-operasi reseksi tumor akibat kanker paru-paru. Karena lokasi tersebut tersembunyi jauh di dalam hati dan menempel erat pada pembuluh darah besar, tim bedah menilai bahwa tumor tidak dapat direseksi. Pengobatan lanjutan berupa kemoterapi, radioterapi, dan imunoterapi gagal mengendalikan penyakit, sehingga tumor terus berkembang. Pasien mengalami nyeri hebat, mual dan muntah membandel, asupan makanan sangat terbatas, serta kualitas hidup menurun drastis. Ketika hampir kehabisan harapan, pasien dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu. Setelah dievaluasi ulang secara menyeluruh oleh tim ahli multidisiplin yang dipimpin oleh Prof. Liao Zhengyin, Prof. Zhang Jinshan, dan Prof. Xiao Yueyong, diputuskan untuk melakukan tindakan ablasi cryo multi-jarum dengan panduan CT. Selama prosedur, bola es berhasil menutupi seluruh lesi secara sempurna tanpa terjadi pendarahan maupun komplikasi. Pemeriksaan MRI dua minggu pasca-operasi mengonfirmasi bahwa tumor telah mengalami nekrosis total. Rasa nyeri berkurang secara signifikan, mual dan muntah hilang, asupan makanan membaik, dan kehidupan pasien secara bertahap kembali normal. Kasus ini secara penuh membuktikan nilai unik dari teknologi intervensi invasif minimal dalam menangani tumor refrakter di lokasi-lokasi anatomis yang sulit.

Pasien berkewarganegaraan Filipina, 42 tahun, didiagnosis menderita kanker hati primer disertai metastasis intrahepatik dan trombus tumor pada vena kava inferior (stadium IV), sehingga sudah kehilangan kesempatan untuk menjalani operasi bedah. Melalui rekomendasi pusat rujukan internasional, pasien datang ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu. Tim Profesor Luo Xiaoping terlebih dahulu melakukan drainase saluran empedu untuk meredakan ikterus. Setelah kondisinya stabil, dilakukan kemoterapi infus arteri hepatika dan embolisasi untuk mengendalikan tumor. Setelah tindakan, keluhan perut kembung berkurang secara nyata; keesokan harinya pasien sudah dapat turun dari tempat tidur dan bergerak, lalu dipulangkan dengan lancar untuk kembali ke negaranya.
Tim MDT
Menghimpun para spesialis terkemuka Tiongkok di bidang intervensi minimal invasif tumor untuk menyediakan layanan pengobatan kanker minimal invasif terkemuka di dunia untuk Anda.
Lihat selengkapnya
Teknologi Pengobatan
Menyediakan solusi pengobatan presisi yang tertarget dan berkualitas kelas dunia bagi pasien global.
Teknologi pengobatan
Kisah Pasien
Di Rumah Sakit UNI-ASIA Chengdu, setiap perjalanan mencari pengobatan terukir dengan keberanian dan harapan; setiap kisah menjadi saksi kebersamaan dokter dan pasien dalam mengatasi penyakit.
Lebih Banyak Kasus