UNI-ASIA Logo WATA Logo
Xiao Yueyong
Spesialis Utama Radiologi Intervensi
Doktor KedoktoranProfesorPembimbing Program DoktorDokter Spesialis Utama Departemen Radiodiagnostik Chinese PLA General Hospital
Ketua Perdana WATA
40+ tahun pengalaman klinis dalam penanganan kanker
100.000+ kasus operasi bedah
200+ karya tulis ilmiah yang diterbitkan
Keahlian:
Memiliki keahlian dalam ablasi minimal invasif yang dipersonalisasi untuk tumor solid seperti kanker hati, kanker paru-paru, dan kanker pankreas dengan panduan CT/MRI. Menguasai teknik ablasi radiofrekuensi, microwave, cryoablasi, dan nano knife, dengan lebih dari seribu prosedur dilakukan setiap tahun. Khususnya memiliki pengalaman dan keahlian mendalam dalam terapi presisi pada tumor di lokasi khusus seperti area hilus hepatik, retroperitoneum, dan kelenjar getah bening mediastinum, serta mahir mengombinasikan ablasi kimia dengan implantasi partikel radioaktif.
Riwayat Pribadi:
1983-Sekarang, Departemen Radiodiagnostik Chinese PLA General Hospital
1986-1994, menyelesaikan studi S2 hingga S3 di Chinese PLA General Hospital
2006-2007, penelitian tamu senior di Brigham & Women’s Hospital, Harvard Medical School, Amerika Serikat
2009-Sekarang, Wakil Ketua Tim Pakar penyusunan Pedoman Tata Kelola Teknis Terapi Ablasi Tumor Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Tiongkok
2012-Sekarang, Ketua Asian Society of Cryosurgery
2013, Penerima Penghargaan Kontribusi Khusus Terapi Minimal Invasif Tumor Nasional dan Penghargaan Prestasi Seumur Hidup
2016, Penerima Penghargaan Juara 2 Prestasi Medis Militer
2016-Sekarang, Ketua Komite Ablasi NanoKnife
2018, Penerima Penghargaan Juara 2 Pencapaian Medis Militer
2019, Penerima Penghargaan Juara 2 Prestasi Sains dan Teknologi Asosiasi Anti-Kanker Tiongkok
2019-Sekarang, Wakil Ketua Komite Spesialis Intervensi MRI
2020, penerima gelar kehormatan "Dokter Ternama Nasional, Kontribusi Luar Biasa" Angkatan ke-4
2020-Sekarang, Ketua International Society of Cryosurgery(ISC)
2020-Sekarang, Anggota Tetap Komisi Dokter Intervensi Asosiasi Dokter Medis Tiongkok
2021, Penerima Penghargaan Juara 1 Sains dan Teknologi Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Farmasi Tiongkok
2022, Penerima Penghargaan Juara 2 Prestasi Sains dan Teknologi Asosiasi Anti-Kanker Tiongkok
2021-2024, Ketua Komite Spesialis Terapi Minimal Invasif Onkologi Asosiasi Anti-Kanker Tiongkok
2025-Sekarang, ketua perdana WATA
Jabatan Akademik
Ketua Perdana WATA(terpilih pada tahun 2025)
Ketua Kehormatan ISC(Ketua ke-21 / Mantan Ketua)
Ketua Kehormatan ASC, sekaligus Ketua Perdana dan Ke-2
Ketua Komite Spesialis Terapi Minimal Invasif Tumor Asosiasi Anti-Kanker Tiongkok
Wakil Ketua Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Farmasi Tiongkok, sekaligus Ketua / Ketua Kehormatan Komite Spesialis Terapi Intervensi Minimal Invasif
Ketua Komite Ablasi Nanoknife
Wakil Ketua Aliansi Strategis Inovasi Teknologi Industri Pengobatan Minimal Invasif Tumor Nasional
Wakil Ketua Komite Spesialis Intervensi Berpanduan MRI
Anggota Tetap Komisi Dokter Intervensi, Asosiasi Dokter Medis Tiongkok
Wakil Ketua Tim Pakar penyusunan Pedoman Tata Kelola Teknis Terapi Ablasi Tumor Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Tiongkok
Penghargaan Pribadi
Penerima gelar “Master Ablasi Asia”
Penerima penghargaan “Dokter Ternama Nasional, Kontribusi Luar Biasa” edisi ke-4Penerima penghargaan “Dokter Ternama Nasional, Kontribusi Luar Biasa” edisi ke-4
Penerima 1 Penghargaan Juara 1 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Farmasi Tiongkok
Penerima 2 Penghargaan Juara 2 hasil Prestasi Medis Militer
Penerima 2 Penghargaan Juara 2 Prestasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Asosiasi Anti-Kanker Tiongkok
Memegang 13 paten nasional yang terdiri dari paten penemuan dan paten model utilitas
Bertindak sebagai peneliti utama yang memimpin 4 proyek pendanaan umum dari Yayasan Ilmu Pengetahuan Alam Nasional Tiongkok
Menanggung 1 proyek riset utama dalam program dukungan teknologi dari Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok.
Memimpin dan berpartisipasi dalam berbagai proyek penelitian ilmiah tingkat militer, provinsi, dan kementerian (berfokus pada aplikasi klinis serta studi translasi dari ablasi NanoKnife, krioablasi, dan robot intervensi minimal invasif tumor).
Memimpin tim papan atas domestik dalam menyusun dan merilis lebih dari 10 dokumen standar teknis, konsensus pakar, serta pedoman yang berkaitan dengan "terapi ablasi minimal invasif untuk tumor".

Menjaga Nyala Pasien dengan Ablasi Presisi, Memimpin Perkembangan Disiplin Ilmu dengan Wawasan yang mendalam

— Diaolog dengan Prof. Xiao Yueyong, Kepala pusat intervensi Departemen Radiodiagnostik Pusat Medis Pertama Chinese PLA General Hospital, sekaligus Ketua WATA

Lebih dari 4 dekade mengabdikan diri pada radiologi dan kedokteran intervensi dan memberikan harapan baru bagi pasien tumor dengan terapi ablasi minimal invasif yang dipersonalisasi.

Di garda depan pengobatan ablasi minimal invasif tumor, terdapat seorang dokter yang ahli dalam menggunakan jarum cryoablasi dan NanoKnife sebagai instrumen utama. Dengan panduan presisi CT dan MRI, beliau mampu menjangkau langsung inti tumor dan menerapkan konsep “tanpa operasi terbuka, trauma seminimal mungkin, dan hasil terapi seoptimal mungkin” sehingga membawa harapan baru bagi banyak pasien yang sebelumnya dianggap tidak memiliki peluang pengobatan. Sosok tersebut adalah Prof. Xiao Yueyong, dokter spesialis utama departemen radiodiagnostik pusat medis pertama Chinese PLA General Hospital, profesor, pembimbing program doktor, ketua perdana WATA, sekaligus penerima gelar “Master Ablasi Asia”.

Jejak Perintis 40 Tahun Mengabdikan Diri

Selama hampir 40 tahun, Prof. Xiao Yueyong mendedikasikan dirinya pada bidang diagnostik pencitraan dan terapi intervensi, serta menjadi salah satu pelopor dan pembuka dalam bidang ablasi tumor di Tiongkok. Pada tahun 2006 hingga 2007, Beliau ditugaskan sebagai peneliti tamu senior ke rumah sakit BWH, Harvard Medical School untuk mempelajari terapi intervensi berpandu CT dan MRI.

Setelah kembali ke Tiongkok, beliau telah lama berkecimpung di garis depan klinis, merancang dan menyempurnakan berbagai metode operasi intervensi minimal invasif berpandu CT/MR. Beliau menjadi yang pertama mengusulkan konsep-konsep mutakhir seperti "terapi minimal invasif tumor yang dipersonalisasi berpandu pencitraan" dan "metode dan strategi ablasi krioterapi konformal tumor", yang meletakkan dasar kokoh bagi perkembangan terapi intervensi minimal invasif di Tiongkok..

Dalam bidang ablasi minimal invasif, Prof. Xiao Yueyong menguasai berbagai teknologi mutakhir, termasuk ablasi kimia, ablasi radiofrekuensi (RFA), Ablasi Gelombang Mikro (MWA), ablasi krioterapi, dan ablasi NanoKnife (IRE). Hingga saat ini, beliau telah menyelesaikan lebih dari 100.000 prosedur intervensi minimal invasif dengan panduan CT dan MRI. Di bawah kepemimpinannya, timnya tidak hanya mengorganisir diskusi para ahli dan mengembangkan teknis pertama di Tiongkok terkait "ablasi krioterapi tumor dan ablasi NanoKnife", tetapi juga memperkenalkan teknologi baru ablasi tumor NanoKnife, serta melakukan penelitian mendalam mengenai keunggulan, keterbatasan, dan aplikasi klinis teknologi tersebut, memberikan kontribusi penting bagi penerapan klinis perangkat NanoKnife produksi dalam negeri.

Prof. Xiao senantiasa menekankan detail dan kualitas operasi, berpegang teguh pada prinsip "dengan trauma minimal, peroleh hasil terapi maksimal". Beliau terus mendalami teknologi ablasi berpandu pencitraan. Untuk berbagai jenis tumor dan lesi di lokasi khusus, ia menerapkan skema terapi ablasi yang dipersonalisasi. Meja operasinya pun menjadi "tempat berlindung" terakhir bagi banyak pasien dengan kasus sulit dan kondisi berat, memberikan lebih banyak pasien tumor stadium lanjut akses terhadap pengobatan efektif dan kualitas hidup yang lebih baik.

Membawa Ablasi Tiongkok Menuju Panggung Dunia

Sejak menjabat sebagai ketua Komite Spesialis Terapi Minimal Invasif Onkologi dari Asosiasi Anti-Kanker Tiongkok hingga terpilih sebagai ketua perdana WATA, Prof. Xiao Yueyong selalu berkomitmen untuk memajukan standardisasi dan internasionalisasi terapi ablasi. Beliau memimpin penyusunan lebih dari sepuluh konsensus dan pedoman terkait "terapi ablasi minimal invasif tumor", yang mencakup Konsensus Pakar tentang Krioablasi Nodul Paru dengan Panduan Pencitraan(2022), Konsensus Pakar tentang Terapi Krioablasi Tumor Tulang dan Jaringan Lunak dengan Panduan Pencitraan (2018), serta Konsensus Pakar tentang Terapi Ablasi Termal untuk Nodul Tiroid Jinak (2025). Karya-karya tersebut menjadi referensi teknis yang penting bagi bidang terapi ablasi di tingkat nasional maupun global.

Dari ruang praktik rumah sakit tersier kelas A hingga podium akademik internasional, dari diagnosis presisi berbasis panduan pencitraan hingga inovasi berani dalam ablasi minimal invasif, Prof. Xiao Yueyong senantiasa memadukan keahlian medis yang luas dengan ketulusan hati untuk membantu memulihkan harapan bagi banyak keluarga pasien, sekaligus memimpin perkembangan terapi ablasi minimal invasif intervensi Tiongkok menuju panggung dunia yang lebih luas.

Selama empat dekade mengabdi di dunia medis, Prof. Xiao Yueyong telah memimpin 4 proyek pendanaan umum dari Yayasan Ilmu Pengetahuan Alam Nasional Tiongkok dan 1 proyek riset utama dari Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok. Beliau telah menyunting 5 buku monograf sebagai pemimpin redaksi, 6 buku monograf sebagai wakil pemimpin redaksi, serta memublikasikan lebih dari 200 artikel ilmiah, di mana lebih dari 110 artikel di antaranya diterbitkan sebagai penulis pertama atau penulis korespondensi, termasuk lebih dari 40 artikel yang terindeks SCI. Beliau juga menjabat sebagai editor utama untuk jurnal Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, anggota tatap Dewan Redaksi untuk Chinese Journal of Medical Imaging Technology, anggota Dewan Redaksi Korespondensi Chinese Journal of Radiology, serta anggota Dewan Redaksi Chinese Journal of CT and MRI. Setiap gelar dan penghargaan dalam rekam jejak akademisnya merupakan bukti nyata dari dedikasi beliau terhadap visi terapi ablasi tumor yang "presisi, minimal invasif, dan terintegrasi".

Karya Ilmiah Representatif dari Prof. Xiao Yueyong

Berdasarkan data statistik, Prof. Xiao Yueyong telah memublikasikan lebih dari 200 artikel ilmiah, dengan lebih dari 110 makalah di antaranya diterbitkan sebagai penulis pertama atau penulis korespondensi pada jurnal-jurnal berkualitas tinggi baik di dalam maupun luar negeri (termasuk lebih dari 40 artikel yang terindeks SCI). Ranah penelitian beliau mencakup area luas yang berada di garis depan, seperti teknologi terapi ablasi tumor, aplikasi klinis ablasi NanoKnife, metodologi bedah intervensi minimal invasif, serta terapi kombinasi nanokedokteran. Selain itu, beliau juga bertindak sebagai pemimpin redaksi untuk berbagai monograf kedokteran, di antaranya Teknologi Ablasi Tumor dengan Pisau Argon-Helium, Teknologi Terapi Intervensi Tulang Belakang, dan Intervensi Terapeutik Berpanduan CT Scan.

1. Xiao Yueyong, and Zhang Jinshan. Experiments and Clinical Studies of CT-guided Percutaneous Tumour Ablation Therapies. Doctoral disseration, China PLA General Hospital Postgrad Medical College.

Artikel ini, yang merupakan salah satu capaian penting dari fase studi doktoralnya, mengeksplorasi secara sistematis regulasi operasional, kontrol akurasi, pencegahan komplikasi, serta efikasi jangka panjang dari pelaksanaan berbagai tindakan ablasi tumor perkutan (termasuk ablasi kimia, ablasi radiofrekuensi, dan lainnya) di bawah panduan CT scan. Melalui akumulasi data eksperimental yang komprehensif serta kasus-kasus klinis, penelitian ini berhasil memecahkan berbagai permasalahan krusial seperti perencanaan jalur pungsi untuk tumor pada lokasi anatomi yang kompleks serta penentuan batas-batas ablasi. Dengan demikian, karya ini menyajikan landasan teoretis dan panduan operasional yang sangat bernilai bagi penyebarluasan serta standardisasi teknik intervensi non-vaskular dengan panduan pencitraan di dalam negeri.

2. Xiao Yueyong, and Zhang Jinshan. Status Quo and Prospect for Biodegradable Stents.

Artikel ini menyajikan tinjauan sistematis mengenai sejarah perkembangan dan prospek aplikasi stet (stent) biodegradabel dalam terapi intervensi vaskular, membahas mekanisme restenosis vaskular pasca-implantasi stent logam beserta strategi pencegahan dan penanganannya, serta menganalisis secara mendalam mengenai bahan, proses manufaktur, dan status aplikasi klinis saat ini dari stent biodegradabel tersebut.

3Xiao Yueyong, Zhang Jinshan, Cui Fuzhai, and Meng Bo. Experimental Study of Biodegradable Paclitaxel Stents in Preventing Vascular Restenosis. Chinese Journal of Radiology, 2004.

Melalui penelitian eksperimental pada hewan, studi ini mengevaluasi efikasi dan keamanan stent paclitaxel biodegradabel dalam mencegah restenosis vaskular, sehingga menyajikan landasan eksperimental bagi penelitian, pengembangan, serta aplikasi klinis dari stent biodegradabel dengan pelapis obat (drug-eluting stent).

4. Xiao Yueyong, Zhang Jinshan, Cui Fuzhai, and Meng Bo. Novel Biodegradable Polymer Stents. China Medical Devices Information, 2004.

Artikel ini memaparkan pemilihan bahan, proses fabrikasi, serta evaluasi kinerja awal dari stent polimer biodegradabel jenis baru, sehingga menyajikan referensi bagi perbaikan dan optimasi berkelanjutan pada stent biodegradabel generasi berikutnya.

5. Xiao Yueyong. Striving to Enhance the Efficacy of Individualised Tumour Interventional Therapies under the Guidance of Imaging Techniques. Journal of Interventional Radiology, 2016, (05):371-373.

Artikel ini merupakan sebuah ulasan editorial yang membahas secara sistematis prinsip dan strategi terapi intervensi tumor terindividualisasi di bawah panduan pencitraan. Penulis menunjukkan bahwa setiap modalitas teknik intervensi dengan panduan pencitraan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga penerapannya harus dipilih secara rasional demi mengoptimalkan keunggulan terbesarnya. Prinsip yang harus dipatuhi dalam terapi intervensi tumor terindividualisasi adalah aman, sederhana, efisien, dan ekonomis, serta menghindari penggunaan satu teknik tunggal untuk mengobati semua jenis tumor. Pemilihan satu teknik yang paling sesuai atau kombinasi dua teknik harus didasarkan pada jenis tumor, lokasi, serta hubungannya dengan organ-organ penting di sekitarnya guna mencapai hasil pengobatan yang optimal.

6. Xiao Yueyong, and Wei Yingtian. Safely and Effectively Implementing Percutaneous Puncture of Small Pulmonary Nodules Biopsy and Ablation Therapies. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2021, 18(1):2-3.

Artikel ini yang sebagai ulasan utama dalam edisi tersebut, berfokus pada pembahasan mengenai keamanan dan efikasi dari biopsi jarum perkutan serta terapi ablasi untuk nodul kecil pada paru. Berdasarkan praktik klinis, Prof. Xiao mengulas secara sistematis mengenai pencegahan komplikasi biopsi, manajemen pengendalian perdarahan, serta alur operasional yang terstandardisasi untuk terapi ablasi, sehingga menyajikan panduan teoretis yang penting bagi kemajuan standardisasi dan homogenitas dalam diagnosis serta terapi minimal invasif untuk nodul kecil pada paru. Artikel ini mendapatkan dukungan pendanaan dari proyek umum National Natural Science Foundation of China (81771941).

7. Xiao Yueyong, Meng Xiaodong, Li Jiliang, and Chen Chun. Using CT-guided Ozone Ablation Therapy to Treat Lumbar Disc Herniation. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2005.

Artikel ini mengeksplorasi metode dan efikasi terapi ablasi ozon di bawah panduan CT scan untuk penanganan herniasi diskus lumbalis, sehingga menyajikan dukungan data awal bagi penyebarluasan klinis dari teknologi tersebut.

8. Xiao Yueyong, Ying Yifeng, Wang Yuting, Li Jiakai, Tian Jinlin, Yang Bo, Meng Xiaodong, and Chen Chun. Using CT-guided Ozone Ablation Therapy to Treat Cervical Disc Herniation. Chinese Journal of Radiology, 2007.

Studi ini mengevaluasi efikasi terapi ablasi ozon di bawah panduan CT scan untuk penanganan herniasi diskus servikal. Penelitian ini melibatkan 86 pasien (37 kasus tipe mielopati, 30 kasus tipe radikulopati, dan 19 kasus tipe simpatis), di mana tindakan dilakukan melalui pendekatan punksi anterolateral leher secara oblik di bawah panduan CT scan untuk menginjeksikan ozon. Pemantauan berkala pada 3 bulan pascatindakan menunjukkan bahwa 78% pasien mencapai indikator efikasi sangat baik, 16% efektif, dan 6% tidak efektif. Hasil studi menyimpulkan bahwa teknologi ini aman serta prosedurnya sederhana, sehingga menjadi metode minimal invasif yang efektif untuk terapi herniasi diskus servikal stadium awal dan menengah.

9. Xiao Yueyong, Sun Gang, Sun Zhenfeng, and Chen Jing. Commenting on the Quantitative Indicators of the Efficacy of Intervertebral Disc Herniation--Disc Herniation Index (DHI). Chinese Journal of Radiology, 1995.

Artikel ini mengajukan sebuah sistem indikator kuantitatif untuk mengevaluasi efikasi terapi hernia nukleus pulposus (HNP), sehingga menyajikan standar objektif bagi penilaian klinis terhadap hasil pengobatan penyakit tersebut.

10. Xiao Yueyong. The Application and Prospect of Non-Vascular Interventional Therapies. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2020, (01).

Artikel ini memaparkan secara sistematis mengenai status aplikasi saat ini serta arah perkembangan masa depan dari teknik intervensi non-vaskular, yang mencakup seluruh sistem teknologi mulai dari biopsi jarum hingga berbagai jenis terapi ablasi, sehingga menyajikan perspektif prospektif bagi kemajuan bidang tersebut .

11. Xiao Yueyong, and Zhang Xin. The Application of NanoKnife Ablation Therapy in Liver Cancer. Electronic Journal of Liver Tumour, 2015, (02).

Artikel ini memperkenalkan secara sistematis mengenai aplikasi teknologi ablasi NanoKnife(IRE) dalam terapi kanker hati, serta menganalisis keunggulan unik teknologi ini dibandingkan dengan ablasi termal konvensional untuk penanganan tumor pada lokasi-lokasi yang spesifik/sulit, sehingga meletakkan landasan bagi penyebarluasan klinis dari teknologi nanoknife tersebut.

12. Xiao Yueyong. Ushering in the New Venture for Interventional Medicine Hands in Hands. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2025, 22(1):1.

Sebagai ucapan selamat tahun baru, artikel ini menyampaikan prospek harapan serta doa terbaik bagi majalah Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapydalam menempuh perjalanan baru ke depan.

13. Xiao Yueyong, and Zhang Xiao. The Individualised Choice-making and Analysis of Efficacy in Tumour Minimally-Invasive Treatment Therapies. Collected papers of the 2013 Tumour Ablation Therapies Workshop, 2013.

Artikel konferensi ini membahas secara sistematis mengenai strategi pemilihan terindividualisasi dari berbagai teknik seperti ablasi kimia, ablasi fisik, dan implantasi biji radioaktif dalam terapi komprehensif tumor minimal invasif. Studi ini menekankan bahwa pemilihan metode terapi yang paling sesuai harus didasarkan pada kondisi spesifik masing-masing pasien, sehingga pasien dapat memperoleh manfaat klinis yang maksimal.

14. Using CT-guided Ozone Discectomy to Treat Cervical Disc Herniation and Lumbar Disc Herniation. The collected papers of the 1st International Congress of Medical Imaging and Interventional Medicine, 2025.

Studi ini membahas mengenai aplikasi tindakan kemonukleolisis ozon perkutan di bawah panduan CT scan dalam terapi herniasi diskus servikal dan lumbalis, serta melakukan validasi awal terhadap keamanan dan efikasi dari teknik minimal invasif tersebu.

15. Xiao Yueyong. Scientific Knowledge Popularization of Tumour Prevention and Treatment--Minimally-Invasive Treatment. 2025.

Artikel edukasi sains sistematis ini mencakup aplikasi berbagai teknologi diagnosis dan terapi minimal invasif, seperti biopsi jarum, ablasi radiofrekuensi, ablasi mikrowave, krioablasi, ablasi NanoKnife, serta implantasi biji radioaktif dalam diagnosis dan penatalaksanaan tumor yang bersifat terindividualisasi serta komprehensif .

16. Zhang Jinshan, and Xiao Yueyong. The Minimally-Invasive Treatment of Intervertebral Disc Herniation. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2005.

Artikel ini memperkenal secara sistematis mengenai metode teknis serta kemajuan aplikasi klinis dalam terapi minimal invasif untuk herniasi diskus.

17. Zhang Jinshan, and Xiao Yueyong. Actively and Properly Implementing Tumour NanoKnife Ablation New Therapies. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2015, 12:257-258.

Artikel ini merupakan sebuah ulasan mengenai teknologi baru ablasi tumor menggunakan nanoknife, yang menyerukan pentingnya mengutamakan aspek keamanan di samping gencar mempromosikan aplikasinya, sehingga menyajikan panduan bagi pelaksanaan teknologi nanoknife yang terstandardisasi di dalam negeri.

Artikel ilmiah dengan Prof. Xiao Yueyong sebagai penulis korespondensi

1. DNA Damage Inducer Mitoxantrone Amplifies Synergistic Mild-Photothermal Chemotherapy for TNBC via Decreasing Heat Shock Protein 70 Expression. Advanced Science, 2023.

Prof. Xiao Yueyong bertindak sebagai penulis korespondensi pendamping. Penelitian ini, yang berkolaborasi dengan tim Peneliti Liang Xingjie dari Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nano Nasional (NCNST), berhasil mengembangkan sebuah sistem misel nano mitoxantrone yang inovatif. Studi ini untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa selama proses terapi fototermal, MTO dapat secara efektif menghambat ekspresi berlebih dari heat shock protein 70 (HSP70), serta secara signifikan meningkatkan kerusakan DNA pada sel tumor melalui kombinasi kemoterapi dan fototermal intensitas ringan. Misel nano tersebut menunjukkan efisiensi konversi fototermal yang tinggi hingga mencapai 54,62%, sehingga berhasil mewujudkan terapi kombinasi kemoterapi/fototermal yang sangat efisien untuk kanker payudara tripel negatif yang memiliki tingkat metastasis dan mortalitas yang tinggi.

2. Multimode Co-clustering CT | MR | US-guided Remote Control Robotic Real-time Puncture: A Pilot Study. Heliyon, 2024, 10(7).

Prof. Xiao Yueyong berpartisipasi dalam kapasitas sebagai penulis korespondensi. Studi prospektif ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan, keamanan, dan akurasi dari prosedur punksi waktu nyata menggunakan robot kendali jarak jauh di bawah panduan fluoroskopi CT dosis rendah. Penelitian ini menerapkan metode Taguchi dengan menetapkan kelompok kontrol yang berbeda untuk melakukan punksi dengan kondisi terkendali. Hasil menunjukkan bahwa sistem punksi waktu nyata robotik jarak jauh yang inovatif ini memiliki tingkat akurasi dan keandalan yang sangat tinggi, sehingga meletakkan landasan yang kokoh untuk pelaksanaan operasi intervensi berpresisi tinggi di lokasi anatomi yang kompleks maupun dalam skenario jarak jauh di masa depan.

3.Transcatheter Arterial Chemoembolization Plus Apatinib for Unresectable Hepatocellular Carcinoma: A Multicenter, Randomized, Open-label, Phase III Trial. BMC Medicine, 2025, 23(1): 313.

Prof. Xiao Yueyong berpartisipasi sebagai rekan penulis dalam uji klinis acak terkontrol multipusat fase III ini. Studi ini mengevaluasi secara sistematis efikasi dan keamanan dari tindakan TACE yang dikombinasikan dengan apatinib untuk penanganan kanker hati yang tidak dapat direseksi. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa terapi kombinasi tersebut secara signifikan dapat meningkatkan prognosis kelangsungan hidup pasien kanker hati stadium lanjut, serta telah dipublikasikan dalam jurnal kedokteran umum terkemuka, sehingga menyajikan bukti kedokteran berbasis bukti tingkat tinggi bagi kombinasi terapi intervensi dan terapi target pada kanker hati.

4. Xiao Yueyong et al. Expert Consensus and Guidelines for Tumor Microwound Ablation Therapy.(Serial Guidelines and Consensus)

Prof. Xiao Yueyong bertindak sebagai penulis korespondensi sekaligus pakar utama. Berdasarkan studi translasi klinis yang solid dari timnya, Prof. Xiao Yueyong memimpin penyusunan dan penerbitan lebih dari 10 konsensus dan pedoman mengenai "terapi ablasi minimal invasif untuk tumor". Dokumen pedoman otoritatif ini mencakup berbagai bidang krusial, seperti ablasi NanoKnife pada tumor hati di lokasi spesifik/sulit, krioablasi nodul paru, serta terapi intervensi untuk lesi metastasis kelenjar getah bening. Dokumen-dokumen tersebut menetapkan kerangka kendali mutu serta standar teknis yang ketat bagi institusi medis di semua tingkatan di seluruh negeri dalam melaksanakan operasi ablasi minimal invasif secara regulatif, sekaligus memimpin proses standardisasi terapi ablasi tumor di dalam negeri.

5.Xiao Yueyong, et al. CT-guided Percutaneous Ganglion Impar/Celiac Plexus Block and Neurolysis for Treating Refractory Cancer Pain. Chinese Journal of Pain Medicine.

Kumpulan studi klinis serial ini berfokus pada terapi intervensi minimal invasif untuk nyeri kanker, dengan membahas secara mendalam mengenai tindakan neurofisis kimia perkutan atau ablasi radiofrekuensi termal pada ganglion splanknikus mayor dan minor di bawah panduan CT scan yang presisi, untuk mengatasi nyeri membandel pada area abdomen atas serta sakrokoksigeal yang disebabkan oleh kanker pankreas stadium lanjut, kanker hati, dan sejenisnya. Makalah-makalah tersebut menunjukkan bahwa teknik ini memiliki keunggulan signifikan berupa "destruksi target yang presisi, onset kerja yang cepat, serta komplikasi yang minimal", yang mampu menurunkan secara sangat drastis ketergantungan pasien fase terminal terhadap obat-obatan anestesi sedatif, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.

6. Clinical Applications of CT-guided Percutaneous Nanoknife Ablation in Retroperitoneal Tumour. 2016.

Artikel ini melaporkan secara sistematis mengenai pengalaman aplikasi klinis dari terapi ablasi nanoknife perkutan di bawah panduan CT scan untuk penanganan tumor retroperitoneal. Penelitian menemukan bahwa ablasi nanoknife mampu menginaktivasi tumor sekaligus melindungi struktur-struktur penting secara efektif seperti pembuluh darah, duktus biliaris, duktus pankreatikus, dan saluran pencernaan. Teknik ini memiliki keamanan serta efikasi yang baik, sehingga layak untuk disebarluaskan dan diaplikasikan lebih lanjut dalam praktik klinis.

7. High-Frequency Irreversible Electroporation (H-FIRE) for Liver Ablation: Cardiac Impact in Vivo. BMC Cardiovascular Disorders, 2021.

Studi ini mengevaluasi dampak pada jantung saat melakukan ablasi hati menggunakan elektroporasi ireversibel frekuensi tinggi dengan bentuk gelombang asimetris. Penelitian dilakukan pada model babi, dan hasilnya menunjukkan bahwa area ablasi pada kelompok H-FIRE lebih besar daripada kelompok IRE konvensional. Kedua metode tersebut tidak memengaruhi irama jantung spontan, dan tidak ditemukan perubahan signifikan pada kadar troponin I kardiak pada kelompok H-FIRE. Penelitian menunjukkan bahwa H-FIRE dengan bentuk gelombang asimetris relatif aman untuk ablasi hati tanpa menimbulkan komplikasi jantung yang serius.

8. Case Report: Radiofrequency Ablation Combined with Biopsy for Cushing's Syndrome due to Ectopic ACTH Lesions in the Lung. Front Oncol., 2022.

Artikel ini melaporkan kasus seorang wanita berusia 48 tahun yang mengalami sindrom Cushing akibat lesi ACTH ektopik pada paru. Karena reseksi bedah sulit dilakukan dan terapi medikamentosa memberikan hasil yang kurang efektif, metode ablasi radiofrekuensi di bawah panduan CT scan yang dikombinasikan dengan biopsi jarum intraoperatif diterapkan untuk mendestruksi lesi secara sukses, yang kemudian diikuti dengan perbaikan cepat pada gejala hiperkortisolisme pasien. Laporan kasus ini menunjukkan nilai unik dari teknik ablasi termal dengan panduan pencitraan dalam penatalaksanaan lesi ACTH paru yang sulit dilakukan reseksi bedah.

9. Clinical Application of Optical and Electromagnetic Navigation System in CT-guided Radiofrequency Ablation of Lung Metastases. Int J Hyperthermia, 2024.

Studi ini mengevaluasi nilai aplikasi klinis dari sistem navigasi optik dan elektromagnetik dalam terapi ablasi radiofrekuensi untuk metastasis paru di bawah panduan CT scan. Hasil menunjukkan bahwa operator dengan pengalaman terbatas yang menggunakan sistem navigasi dapat memperoleh hasil terapi yang serupa dengan operator berpengalaman yang menggunakan metode konvensional. Hal ini memvalidasi secara adekuat peran positif dari sistem navigasi dalam meningkatkan presisi tindakan serta menurunkan ambang batas kesulitan prosedur.

10. Magnetic Resonance Imaging-guided Percutaneous Cryoablation of Hepatocellular Carcinoma in Special Regions. Hepatobiliary Pancreat Dis Int, 2010.

Studi ini membahas mengenai kelayakan dan efikasi dari terapi krioablasi perkutan di bawah panduan MRI untuk penanganan kanker hati di lokasi spesifik/sulit, sehingga memperluas cakupan aplikasi teknologi dengan panduan pencitraan dalam ablasi kanker hati pada lokasi anatomi yang kompleks.

11. CT-guided Percutaneous Conformal Cryoablation for Peripheral Non-Small Cell Lung Cancer. Eur J Radiol, 2012.

Studi tentang kelayakan terapi krioablasi konformal perkutan di bawah panduan CT scan untuk penanganan kanker paru-paru non sel kecil tipe perifer yang tidak cocok untuk tindakan bedah. Hasil penelitian terhadap 46 pasien menunjukkan bahwa pada bulan ke-24, angka respons lengkap mencapai 83,7% dan angka respons parsial sebesar 16,3%, yang mengonfirmasi bahwa krioablasi konformal perkutan dengan panduan CT scan merupakan sebuah metode terapi yang aman, efektif, dan minimal invasif.

12.Development of a Deep Learning Algorithm Model for Predicting Heat Sink Effect During Pulmonary Thermal Ablation. Current Medical Imaging, 2024.

Studi ini mengembangkan sebuah model algoritme berbasis jaringan saraf konvolusional (Faster RCNN dan VSPP-NET) untuk mengidentifikasi dan mensegmentasi nodul paru serta struktur pembuluh darah di sekitarnya secara otomatis, guna memprediksi efek sink panas selama proses ablasi termal paru. Hasil menunjukkan bahwa model algoritme tersebut mampu meningkatkan kecepatan dan akurasi segmentasi nodul serta pembuluh darah secara signifikan, menghemat waktu perencanaan ablasi, mengurangi interferensi faktor manusia, dan menyediakan lebih banyak informasi referensi bagi operator dalam menyusun rencana ablasi.

13. He Xiaofeng, and Xiao Yueyong. The Progress on the Clinical Application of NanoKnife Tumour Ablation Therapy. Chinese Journal of Radiology, 2014.

Tinjauan sistematis ini mengulas kemajuan aplikasi klinis dari teknologi ablasi NanoKnife dalam terapi tumor di berbagai lokasi anatomis, serta menjadi literatur diseminasi yang penting bagi teknologi NanoKnife di dalam negeri.

14. He Xiaofeng, Liu Shirong, and Xiao Yueyong, et al. The Analysis on the Efficacy of CT-guided Percutaneous Puncture Chemoablation Therapy for Treating Lymph Node Metastatic Tumour. Chinese Journal of Radiology, 2013.

Studi ini melakukan analisis sistematis terhadap efikasi klinis dari tindakan ablasi kimia perkutan di bawah panduan CT scan untuk penanganan tumor metastasis kelenjar getah bening, sehingga menyediakan data referensi penting bagi aplikasi yang terstandardisasi dari teknologi tersebut.

15. Wei Yingtian, Xiao Yueyong, and Zhang Xiaobo, et al. The Clinical Application of CT-guided Radiofrequency Ablation Therapy for Pulmonary Nodules Combined with In-Surgery Puncture Biopsy and Prevention Procedures of Bleeding. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2021.

Penelitian ini secara inovatif mengombinasikan ablasi radiofrekuensi dengan biopsi jarum intraoperatif, sehingga berhasil mewujudkan penanganan minimal invasif satu atap untuk "diagnosis + terapi" nodul paru, sekaligus membahas secara mendalam mengenai tindakan pencegahan perdarahan intraoperatif [reference:42].

16. Zhang Xiaobo, Xiao Yueyong, and Zhang Xiao, et al. Using Needle Tract Occlusion Technique to Prevent Bleeding in Biopsy in CT-guided Percutaneous Puncture and Radiofrequency Therapy for Pulmonary Nodules. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2021.

Penelitian ini berfokus pada komplikasi perdarahan yang sering terjadi dalam prosedur punksi nodul paru, dengan mengevaluasi secara sistematis efektivitas hemostasis dan keamanan dari teknik penutupan jalur jarum pada tindakan ablasi radiofrekuensi yang dilakukan bersamaan dengan biopsi, sehingga memberikan dukungan teknis yang krusial untuk menurunkan risiko perdarahan pada punksi paru.

17. Zhang Xiao, Zhang Jing, Li Jing, Zhang Xiaobo, Meng Liangliang, and Xiao Yueyong. The Clinical Effect of Using Gelatin Sponge--Hemocoagulase Occlusive Sealant in Pulmonary Puncture Biopsy. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2021.

Studi ini mengevaluasi efek hemostasis dari bahan penutup spons gelatin-hemokoagulase dalam biopsi jarum paru, sehingga menyediakan pilihan penutupan yang aman dan efektif bagi praktik klinis.

18. Li Jing, Shan Husheng, Wang Jingjing, Ma Li, Zhang Xiao, Zhang Xiaobo, Wei Yingtian, Li Jie, Meng Liangliang, Zhang Xin, Zhang Zhongliang, and Xiao Xueyong. The Effect Mechanism of Using Gelatin Sponge--Hemocoagulase Occlusive Sealantin Pulmonary Puncture Biopsy in Pigs. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2021.

Dengan menggunakan model hewan, artikel ini membahas secara mendalam mengenai mekanisme spesifik dari bahan penutup spons gelatin-hemokoagulase dalam menjalankan efek hemostasis pada biopsi jarum paru, sehingga menyediakan landasan teoretis tingkat laboratorium untuk mengoptimalkan strategi penutupan lebih lanjut.

19. Ma Xuyang, Xiao Yueyong, and Wu Bin, et al. The Efficacy Analysis of Cryoablation Therapy for Stage IA Non-Small Cell Lung Cancer. 2013.

Melalui pengamatan terhadap kelayakan, komplikasi, dan efikasi dari terapi krioablasi pisau argon-helium di bawah panduan CT scan untuk penanganan kanker paru-paru non sel kecil stadium IA, terbukti bahwa krioterapi pisau argon-helium mampu menginaktivasi tumor secara efektif, sehingga menyediakan pilihan yang andal bagi terapi minimal invasif kanker paru stadium dini.

20. Guo Lankun, Xiao Yueyong, Wei Yingtian, Zhang Xiao, Zhang Xiaobo, Meng Liangliang, Yang Jie, and Xue Xiaodong. The Feasibility of CT-guided Thermal Ablation Therapy for Pulmonary Nodules Combined with In-surgery Immediate Biopsy.

Membahas kelayakan dan keamanan dari pelaksanaan biopsi instan intraoperatif yang dilakukan bersamaan dengan terapi ablasi termal untuk nodul paru, sehingga mewujudkan integrasi antara diagnosis dan terapi.

21. Wu Bin, and Xiao Yueyong. The Research Progress on the Thermal Ablation Therapy for Treating Pulmonary Subsolid Nodules. Medical Journal of the Chinese People’s Armed Police Forces, 2022.

Tinjauan ini mengulas kemajuan penelitian terbaru dalam terapi ablasi termal untuk nodul subsolid paru, serta menganalisis secara sistematis status aplikasi saat ini dan arah masa depan dari berbagai teknologi seperti ablasi radiofrekuensi, ablasi mikrowave, dan krioablasi dalam bidang tersebut.

22. Zhang Xiaobo, Xiao Yueyong, Zhang Xiao, Du Peng, He Xiaofeng, and Zhang Xin. CT-guided Percutaneous Irreversible Electroporation Ablation Therapy for Treating Retroperitoneal Metastatic Tumour: Preliminary Clinical Experience. The 22nd National Radiology Academic Conference of Chinese Medical Association, 2015.

Studi ini melakukan evaluasi awal terhadap keamanan dan efikasi dari terapi ablasi nanoknife di bawah panduan CT scan untuk penanganan tumor metastasis retroperitoneal. Hasil awal mengonfirmasi bahwa terapi ablasi nanoknife memiliki efikasi dan keamanan yang baik untuk tumor metastasis retroperitoneal, namun masih memerlukan lebih banyak studi klinis untuk validasi lebih lanjut.

23. Zhang Xiao, Xiao Yueyong, Yang Jie, Ma Xuyang, Liu Shirong, Ren Chao, and Wang Xiaoping. The Production and Performance Study of Biodegradable Vena Cava Filter. Chinese Journal of Radiology, 2012.

Penelitian ini melakukan studi sistematis terhadap proses fabrikasi dan performa dari filter vena kava yang dapat terdegradasi secara biologis, sehingga menyediakan referensi penting bagi penelitian dan pengembangan perangkat implan vaskular yang dapat terdegradasi.

24. Editorial: Community Series in Tumour Ablation and Immunity, Volume II. Front Immunol., 2024.

Artikel ini berfokus pada efek sinergis antara ablasi tumor dan imunoterapi, serta membahas mekanisme respons imun yang diinduksi oleh teknologi ablasi dan potensi aplikasinya dalam terapi kombinasi bersama imunoterapi .

25. Expert Consensus on Thermal Ablation Therapy of Pulmonary Subsolid Nodules 2021 Edition.

Konsensus ini disusun bersama oleh tim pakar dari berbagai rumah sakit terkemuka di dalam negeri, yang secara sistematis menyediakan spesifikasi teknis bagi para klinisi mengenai terapi ablasi termal untuk nodul subsolid paru. Prof. Xiao Yueyong merupakan salah satu pakar inti yang memberikan panduan praktik klinis yang penting .

26. CT-guided Percutaneous Chemoablation Using an Ethanol-Ethiodol-Doxorubicin Emulsion for the Treatment of Metastatic Lymph Node Carcinoma: A Comparative Study. Technol Cancer Res Treat, 2013.

Studi komparatif ini mengevaluasi efikasi dari tindakan ablasi kimia melalui injeksi perkutan emulsi etanol-lipiodol-doxorubicin di bawah panduan CT scan untuk penanganan kanker metastasis kelenjar getah bening, serta mengonfirmasi kelayakan klinis dan keamanan dari metode tersebut.

27. CT-guided Interstitial Brachytherapy for Metastatic Carcinoma of Lymph Nodes in Mediastinum. 2011.

Membahas efek klinis dan keamanan dari brakiterapi interstisial (implantasi partikel radioaktif) di bawah panduan CT scan untuk penanganan kanker metastasis kelenjar getah bening mediastinum.

28. Follow-up Study on Pulmonary Function and Lung Radiographic Changes in Rehabilitating Severe Acute Respiratory Syndrome Patients after Discharge. 2005.

Studi tindak lanjut mengenai perubahan fungsi paru dan pencitraan radiologi paru pada pasien sembuh SARS setelah keluar dari rumah sakit, merupakan salah satu studi observasional klinis awal yang penting dalam bidang tersebut.

29. Wei Yingtian, Xiao Yueyong, Zhang Xiao, Zhang Xiaobo, He Xiaofeng, Zhang Xin, Ma Xuyang, Li Jie, and Yang Jie. CT-guided Irreversible Electroporation Ablation Therapy for Treating Liver Tumour in Special Atonomical Sites. Chinese Journal of Radiology, 2018.

Membahas keamanan dan efektivitas dari terapi ablasi nanoknife di bawah panduan CT scan untuk penanganan tumor hati pada lokasi anatomi khusus, seperti area hilus hati, serta yang berdekatan dengan pembuluh darah besar dan saluran empedu. Hasil menunjukkan bahwa teknologi ini mampu menginaktivasi tumor secara efektif dengan tetap menjaga keutuhan struktur saluran-saluran penting tersebut.

30. Expert Suggestions on Using Irreversible Electroporation Ablation Therapy under the Guidance of Imaging Devices to Treat Kidney Cancer (Version 2023). National Medical Journal of China, 2023.

Rekomendasi pakar ini diprakarsai oleh Komite Profesional Terapi Intervensi Minimal Invasif dari Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Farmasi Tiongkok, yang bertujuan untuk menstandardisasi teknik prosedur terapi elektroporasi ireversibel untuk karsinoma sel ginjal, serta meningkatkan standar terapi komprehensif pada kanker ginjal.

31.Modern Cancer Therapy: Cryoablation Meets Immune Checkpoint Blockade. Frontiers in Immunology.

Prof. Xiao Yueyong bertindak sebagai editor untuk artikel ini. Tinjauan ini mengulas kemajuan terbaru dalam terapi kombinasi krioablasi dan blokade pos pemeriksaan imun untuk penanganan tumor, serta membahas mekanisme sinergis antara efek imun yang diinduksi oleh krioablasi dan inhibitor pos pemeriksaan imun [reference:48].

32.Zhang Xin, Xiao Yueyong, Zhang Xiao, Du Peng, He Xiaofeng, Li Jie, and Yang Jie. The Prevention and Treatment of Bleeding due to Complications in CT-guided Percutaneous Pulmonary Puncture Biopsy. Chinese Journal of Interventional Imaging and Therapy, 2015.

Secara sistematis merangkum strategi pencegahan dan penatalaksanaan perdarahan intraoperatif pada tindakan biopsi jarum paru perkutan di bawah panduan CT scan, sehingga menyediakan referensi penting bagi pelaksanaan biopsi jarum paru yang aman dalam praktik klinis.

Presentasi Konferensi Akademik dan Publikasi Internasional

Prof. Xiao Yueyong telah berulang kali diundang untuk memberikan presentasi oral dan menerima penghargaan di berbagai konferensi akademik internasional, termasuk Konferensi Krioterapi Internasional di Wina. Data tindak lanjut jangka panjang dari tim beliau mengenai terapi krioablasi konformal serta ablasi nanoknife di bawah panduan CT/MRI telah dipublikasikan di jurnal internasional ternama. Berbagai jalur terapi dengan tingkat kesulitan manipulasi yang tinggi dan presisi yang ketat ini berada pada level yang sangat tinggi baik di dalam maupun luar negeri, sehingga pencapaian teknis tersebut mendapatkan pengakuan yang tinggi dari komunitas akademis internasional.

Monograf dengan Prof. Xiao Yueyong sebagai Pemimpin Redaksi/Wakil Pemimpin Redaksi

Sebagai Editor Utama Teknologi Ablasi Tumor Pisau Argon-Helium, Terapi Intervensi Terpandu CT Scan dan Teknologi Terapi Intervensi Tulang Belakang, Penerjemah Utama Resonansi Magnetik Intervensi, serta Wakil Editor Utama Terapi Ablasi Tumor Hati, dan Diagnosis dan Terapi Minimal Invasif Terpandu Resonansi Magnetik. Beberapa monograf seri radiologi intervensi yang disunting utama maupun ditulis bersama oleh Prof. Xiao Yueyong menjabarkan secara sistematis sistem teknis mulai dari terapi krioablasi, ablasi NanoKnife, hingga terapi intervensi non-vaskular. Rangkaian karya ilmiah ini menjadi buku referensi penting dan sangat dibutuhkan dalam bidang radiologi dan kedokteran intervensi di dalam negeri, serta memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan disiplin ilmu yang profesional dan terstandardisasi.

Teknologi Pengobatan
Menyediakan solusi pengobatan presisi yang tertarget dan berkualitas kelas dunia bagi pasien global.
Teknologi pengobatan
Kisah Pasien
Di Rumah Sakit UNI-ASIA Chengdu, setiap perjalanan mencari pengobatan terukir dengan keberanian dan harapan; setiap kisah menjadi saksi kebersamaan dokter dan pasien dalam mengatasi penyakit.
Lebih Banyak Kasus

Konsultasi Gratis

Jenis Konsultasi
Nama
Jenis Kelamin
Tanggal Lahir
Kebangsaan
Negara Tempat Tinggal
Nomor Telepon
Email
Pertanyaan Anda
Kebijakan Privasi dan Pernyataan