Untuk semakin memperkuat dasar profesional tenaga medis serta meningkatkan kemampuan rumah sakit kami dalam penanganan darurat pasien kritis dan kolaborasi multidisiplin, pada sore hari 15 April, Departemen Medis rumah sakit kami menyelenggarakan pelatihan “Tiga Dasar” dan simulasi darurat klinis bulan April 2026. Kegiatan ini berfokus pada dua tema utama, yaitu “memperkuat dasar teori dan keterampilan” serta “menguji proses pertolongan pertama secara praktik lapangan”. Seluruh tenaga medis, keperawatan, teknis, dan farmasi (kecuali yang sedang bertugas) berpartisipasi aktif, menciptakan suasana yang kuat untuk “mempelajari pengetahuan, melatih keterampilan, dan memperkuat kemampuan”.

Mendorong Pembelajaran Melalui Pelatihan, Memperkuat Keterampilan Dasar “Tiga Dasar”
Pelatihan “Tiga Dasar” merupakan landasan dalam menjamin mutu dan keselamatan medis. Di ruang rapat rumah sakit, pelatihan “Tiga Dasar” bulan ini dimulai tepat waktu.
Pelatihan kali ini sangat sesuai dengan kebutuhan klinis nyata, dengan materi yang kaya dan praktis:
“Pokok-Pokok Penanganan Darurat Komplikasi Operasi Nanoknife pada Pasien”: disampaikan oleh Direktur Wu Chaobo dari Bangsal II. Materi ini secara sistematis menguraikan komplikasi yang mungkin timbul dari teknologi dan prosedur baru, serta strategi penanganannya, sehingga meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam melakukan prediksi dan penanganan.

“Pokok-Pokok Serah Terima Layanan Menyeluruh Pasien Bedah”: disampaikan oleh Kepala Perawat Huang Yan dari ruang operasi. Materi ini berfokus pada keselamatan pasien perioperatif, merinci proses layanan dan poin komunikasi di setiap tahap dari sebelum, selama, hingga setelah operasi, guna memastikan kesinambungan yang mulus.

Para peserta menyampaikan bahwa materi pelatihan mencakup pencegahan dan pengendalian risiko teknologi mutakhir sekaligus penguatan keterampilan dasar, sehingga sangat bermanfaat sebagai panduan untuk pekerjaan sehari-hari dan penyelamatan darurat.
Berlatih Seperti Bertempur, Menguji Kemampuan Respons Darurat Secara Praktis
Setelah pelatihan teori selesai, simulasi darurat yang menyerupai skenario nyata dimulai di Departemen Radiologi. Simulasi ini menirukan situasi kritis mendadak, dengan tujuan menguji kemampuan rumah sakit kami dalam identifikasi cepat, kolaborasi multidisiplin (MDT), dan penyelamatan komprehensif terhadap pasien kritis, seperti syok anafilaktik akibat media kontras yodium dan pneumotoraks tensi pascaoperasi.

Selama simulasi, Departemen Radiologi segera mendeteksi perubahan kondisi pasien, langsung memulai pertolongan pertama tahap awal, dan segera memanggil dukungan dari bangsal. Tim penyelamat dari Bangsal I tiba dengan cepat di lokasi, sementara Departemen Anestesi, Laboratorium, Farmasi, dan Pemeriksaan Fungsional merespons secara serentak. Mereka melaksanakan penilaian kondisi, tindakan darurat, pemberian obat penyelamat, serta pemeriksaan penunjang secara tertib. Seluruh proses berlangsung tegang namun teratur, dengan setiap tahapan terhubung erat, yang sepenuhnya memverifikasi kelancaran alur pertolongan pertama dan efektivitas mekanisme kolaborasi multidisiplin.
Setelah simulasi selesai, Departemen Medis mengorganisasi unit-unit yang berpartisipasi untuk melakukan tinjauan dan rangkuman, mengidentifikasi kekurangan pada detail seperti peralatan, obat-obatan, dan koordinasi antardepartemen, sehingga memberikan pengalaman berharga untuk terus mengoptimalkan proses pertolongan pertama.
Keselamatan adalah Batas Dasar, Mutu adalah Nyawa
Satu pelatihan dan satu simulasi ini juga merupakan wujud nyata komitmen terhadap keselamatan medis. Rumah sakit kami selalu menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Melalui pelatihan “Tiga Dasar” dan simulasi darurat praktis yang dilakukan secara rutin, kami terus mengasah kemampuan tenaga medis dan menyempurnakan mekanisme kolaborasi multidisiplin.
Ke depannya, Rumah Sakit UNI-ASIA Chengdu akan terus mengandalkan kemampuan profesional yang kuat dan sistem respons darurat yang efisien untuk menyediakan layanan medis yang lebih aman, lebih bermutu, dan penuh kehangatan bagi pasien.