Melanoma bersifat sangat invasif. Di Tiongkok, proporsi melanoma lentiginosa akral relatif tinggi dan berbeda dari tipe kulit di Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan imunoterapi dan terapi target secara nyata memperpanjang kelangsungan hidup pasien stadium lanjut.
· Paparan matahari kuat dan riwayat terbakar matahari
· Kulit terang, banyak tahi lalat, dan tahi lalat atipikal
· Riwayat keluarga melanoma
· Keadaan imunosupresi
· Penggunaan tanning bed dan paparan ultraviolet
Ultraviolet menginduksi mutasi khas seperti BRAF V600E dan mengaktifkan jalur MAPK, sehingga menyebabkan proliferasi ganas melanosit. Tipe akral sering tidak bergantung pada ultraviolet dan didorong oleh rearrangement atau amplifikasi gen. Pelarian imun merupakan kunci progresi.
Tipe kulit tampak sebagai perubahan ABCDE pada tahi lalat: asimetri, tepi tidak teratur, warna tidak merata, diameter >6 mm, dan perubahan/pertumbuhan. Tipe akral terlihat pada telapak tangan, telapak kaki, atau sebagai garis pigmentasi longitudinal di bawah kuku. Kelenjar getah bening regional dapat membesar, dan metastasis jauh menimbulkan gejala sesuai lokasi.
· Operasi: Eksisi lokal luas disertai biopsi kelenjar sentinel merupakan dasar terapi kuratif; margin reseksi ditentukan oleh kedalaman invasi.
· Terapi minimal invasif: Lesi oligometastasis soliter di subkutan atau organ dalam dapat dihancurkan secara presisi dengan ablasi frekuensi radio, gelombang mikro, atau krioablasi di bawah panduan pencitraan; injeksi imunoterapi intratumoral juga dapat digunakan pada metastasis kulit.
· Radiokemoterapi: Radioterapi digunakan untuk pereda nyeri paliatif dan kontrol lokal pada metastasis tulang dan otak; kemoterapi digunakan pada lini lanjut.
· Terapi target dan imunoterapi: Kombinasi target BRAF/MEK digunakan pada pasien dengan mutasi BRAF; inhibitor checkpoint imun tunggal atau kombinasi merupakan pilihan lini pertama stadium lanjut dan dapat memberikan kelangsungan hidup jangka panjang.
· Lainnya: Pemeriksaan kulit mandiri dan tindak lanjut seumur hidup, serta perlindungan dari ultraviolet.
Dermoskopi meningkatkan akurasi diagnosis, dan biopsi eksisi seluruh ketebalan merupakan standar emas. Pemeriksaan mutasi gen BRAF wajib dilakukan. Ultrasonografi dan PET-CT seluruh tubuh digunakan untuk penentuan stadium. Setelah operasi, kulit dan kelenjar getah bening regional harus dipantau ketat.