UNI-ASIA Logo WATA Logo
Kanker Serviks

Kanker serviks adalah tumor ganas yang sangat mengancam kesehatan perempuan dan hampir 100% berkaitan dengan infeksi menetap human papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi. Jenis yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel skuamosa. Perjalanan dari infeksi HPV menjadi neoplasia intraepitel serviks, lalu berkembang menjadi kanker invasif, biasanya memerlukan 10–20 tahun, sehingga tersedia jendela waktu yang cukup untuk skrining dan intervensi. Keberhasilan pengembangan vaksin HPV menjadikan kanker serviks sebagai satu-satunya kanker yang saat ini berpotensi dieliminasi. Bahkan setelah terdiagnosis, kanker serviks stadium awal memiliki angka kesembuhan lebih dari 90%, sedangkan radioterapi dan terapi sistemik yang terstandar juga dapat secara bermakna memperbaiki kelangsungan hidup pasien stadium lanjut.

Faktor Risiko

· Infeksi menetap HPV tipe risiko tinggi (tipe 16 dan 18 menyebabkan sekitar 70% kanker serviks)

· Memiliki beberapa pasangan seksual atau memulai aktivitas seksual pada usia terlalu muda

· Riwayat persalinan berulang dan merokok

· Fungsi imun rendah (misalnya infeksi HIV atau setelah transplantasi organ)

· Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang (risiko meningkat setelah penggunaan lebih dari 5 tahun)

· Tingkat sosial ekonomi rendah dan tidak mengikuti skrining secara teratur

Penyebab

Virus HPV risiko tinggi mengintegrasikan onkoprotein E6 dan E7 ke dalam genom sel epitel serviks inang. Protein E6 mendorong degradasi protein penekan tumor p53 melalui ubiquitinasi, sedangkan protein E7 menonaktifkan protein Rb, sehingga siklus sel tidak terkendali dan ketidakstabilan genom meningkat tajam. Pada saat yang sama, virus menghindari pengawasan imun sehingga infeksi menetap, dan akumulasi mutasi bertahap akhirnya memicu transformasi ganas. Faktor kooperatif seperti merokok memperberat kerusakan DNA dan menekan imunitas lokal, sehingga mempercepat proses karsinogenesis.

Gejala

Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan keluhan apa pun. Gejala paling khas adalah perdarahan kontak, yaitu bercak darah vagina setelah hubungan seksual, pemeriksaan ginekologi, atau mengejan saat buang air besar. Gejala lain meliputi perdarahan di luar masa haid, volume haid bertambah, durasi haid memanjang, perdarahan setelah menopause, serta peningkatan cairan vagina yang dapat bersifat encer, berdarah, atau bernanah dan berbau tidak sedap. Pada stadium lanjut, invasi tumor ke dinding panggul dapat menyebabkan nyeri panggul dan lumbosakral yang menetap; penekanan ureter dapat menimbulkan hidronefrosis, penekanan pembuluh darah menyebabkan edema tungkai bawah, bahkan dapat terbentuk fistula vesikovaginal atau rektovaginal.

Pilihan Pengobatan

· Operasi: Pada kanker serviks stadium awal (IA–IB1), dapat dilakukan histerektomi total ekstrakapsular atau histerektomi radikal disertai diseksi kelenjar getah bening pelvis. Pada pasien muda stadium awal yang masih menginginkan fertilitas, dapat dipilih trakelektomi radikal yang mempertahankan korpus uteri, dikombinasikan dengan laparoskopi untuk mengurangi trauma.

· Terapi minimal invasif: Prosedur eksisi loop elektrokauter serviks dan konisasi pisau dingin dapat mengangkat lesi prakanker serviks serta kanker mikroinvasif secara utuh sambil mempertahankan fertilitas. Ablasi frekuensi radio atau krioablasi dengan panduan pencitraan dapat digunakan untuk lesi rekuren atau metastasis soliter guna mencapai kontrol lokal.

· Radiokemoterapi: Kanker serviks lokal lanjut umumnya ditangani dengan radiasi eksternal pelvis yang dikombinasikan dengan kemoterapi sinkron berbasis platinum, serta ditambah brakiterapi intrakaviter untuk tujuan kuratif. Radioterapi juga digunakan sebagai terapi adjuvan pascaoperasi pada pasien dengan faktor risiko tinggi, serta untuk pereda nyeri paliatif pada lesi metastasis stadium lanjut.

· Terapi target dan imunoterapi: Terapi target antiangiogenesis yang dikombinasikan dengan kemoterapi merupakan pilihan lini pertama untuk kanker serviks rekuren atau metastatik. Inhibitor checkpoint imun dapat memberikan respons berkelanjutan pada pasien stadium lanjut dengan PD-L1 positif atau instabilitas mikrosatelit tinggi.

· Lainnya: Vaksinasi HPV pada kelompok usia yang sesuai merupakan cara paling mendasar untuk mencegah kanker serviks. Dukungan psikologis, rehabilitasi dasar panggul, dan tindakan perlindungan ovarium membantu meningkatkan kualitas hidup.

Pemeriksaan dan Diagnosis

Sitologi serviks berbasis cairan yang dikombinasikan dengan pemeriksaan HPV DNA risiko tinggi merupakan skema skrining terstandar yang diakui secara internasional. Bila hasil skrining abnormal, dilakukan kolposkopi dengan biopsi multipel pada area mencurigakan atau konisasi serviks diagnostik. Stadium klinis ditentukan berdasarkan pemeriksaan ginekologi serta dibantu MRI, CT, atau PET-CT. Profil ekspresi gen dan subtipe molekuler lain dapat menjadi referensi untuk penilaian prognosis dan terapi presisi.

Tim MDT
Menghimpun para ahli senior di bidang pengobatan kanker presisi minimal invasif di China untuk menyediakan layanan pengobatan kanker minimal invasif terdepan di dunia.
Lebih Banyak Dokter
Teknologi Pengobatan
Menyediakan solusi pengobatan presisi yang tertarget dan berkualitas kelas dunia bagi pasien global.
Teknologi pengobatan
Kisah Pasien
Di Rumah Sakit UNI-ASIA Chengdu, setiap perjalanan mencari pengobatan terukir dengan keberanian dan harapan; setiap kisah menjadi saksi kebersamaan dokter dan pasien dalam mengatasi penyakit.
Lebih Banyak Kasus

Konsultasi Gratis

Jenis Konsultasi
Nama
Jenis Kelamin
Tanggal Lahir
Kebangsaan
Negara Tempat Tinggal
Nomor Telepon
Email
Pertanyaan Anda
Kebijakan Privasi dan Pernyataan