- Berita
- Para Ahli Onkologi Tiongkok–Vietnam Berdiskusi Secara Mendalam, Mendorong Pengembangan Teknologi Ablasi Presisi di Asia Tenggara
Para Ahli Onkologi Tiongkok–Vietnam Berdiskusi Secara Mendalam, Mendorong Pengembangan Teknologi Ablasi Presisi di Asia Tenggara
Pada 22 September, delegasi ahli onkologi Vietnam yang dipimpin oleh Prof. Le Trung Hai, Ketua Asosiasi Hepatobilier Vietnam dan ahli bedah hepatobilier ternama, memulai observasi praktik dan diskusi akademik khusus di Rumah Sakit Uni-Asia. Dengan kasus klinis sebagai dasar, kedua pihak mengadakan pertukaran akademik lintas negara tingkat tinggi serta mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan dalam diagnosis dan penanganan tumor kompleks.

Pengalaman Langsung Teknologi Ablasi Presisi
Kepercayaan diri yang sesungguhnya terhadap teknologi tercermin dari keberanian membuka pintu ruang operasi. Pada hari itu, delegasi ahli Vietnam mengamati langsung prosedur cryoablation yang kompleks. Prof. Liao Zhengyin dan timnya melakukan demonstrasi sekaligus memberikan penjelasan. Bagi rekan-rekan Vietnam yang juga mendalami diagnosis dan terapi kanker, pengalaman klinis yang dapat “dilihat dan dirasakan” ini lebih bermakna daripada seribu kata—pengalaman mendalam Tiongkok dalam penanganan minimal invasif untuk tumor sulit dan kompleks menjadi lebih nyata dan meyakinkan.

Selain observasi, delegasi juga mengunjungi ruang perawatan untuk menjenguk pasien yang sedang menjalani pengobatan, serta memberikan bunga dan ucapan terbaik. Teknologi mencerminkan ketelitian dalam dunia medis, sementara nilai kemanusiaan menghadirkan kehangatan; keduanya bersama-sama menjadi gambaran paling hidup dari kunjungan ini.

Pertukaran Akademik Dua Arah

Pada pertemuan akademik onkologi Tiongkok–Vietnam yang digelar sore harinya, dialog semakin mendalam. Ketua delegasi, Prof. Le Trung Hai, terlebih dahulu memperkenalkan gambaran umum pencegahan dan penanganan kanker serta perkembangan teknologi di Vietnam, memberikan referensi bagi para sejawat dari kedua negara untuk memahami kondisi masing-masing. Selanjutnya, empat ahli dari Rumah Sakit Uni-Asia menyampaikan presentasi secara berurutan. Kedua pihak berdiskusi secara aktif mengenai kasus sulit, penerapan teknologi baru, dan kolaborasi multidisiplin.

“Berbagi Kasus Onkologi yang Sulit dan Kompleks serta Teknik Terkait” – Prof. Liao Zhengyin

“Berbagi Pengalaman dalam Pengobatan dengan NanoKnife” – Prof. Wei Yingtian

“Berbagi Kasus dan Pengalaman Penerapan TIPS pada Kanker Hati” – Prof. Luo Xiaoping

“Berbagi Kasus dan Pengalaman tentang Teknologi Partikel” – Direktur Luo Jiamin


Bobot pertukaran ini tercermin dalam detailnya: kedua pihak saling memberikan plakat kenang-kenangan. Ini bukan transfer teknologi satu arah, melainkan bentuk pengakuan akademik timbal balik.
Misi yang Lebih Besar bagi Pusat Pelatihan
Dalam wawancara dengan media, para ahli Vietnam menyatakan bahwa tingkat teknologi Rumah Sakit Uni-Asia dalam bidang terapi tumor minimal invasif sangat mengesankan. Mereka berharap dapat mengembangkan lebih banyak bentuk kerja sama di masa depan agar lebih banyak pasien kanker di Vietnam dan Asia Tenggara dapat memperoleh manfaat dari teknologi diagnosis dan terapi minimal invasif yang maju dari Tiongkok.

Bagi Rumah Sakit Uni-Asia, makna pertukaran ini tidak berhenti pada keberhasilan menerima kunjungan. Sebagai Pusat Pelatihan Ablasi Presisi Global WATA, misi rumah sakit berkembang dari “mengobati penyakit” menjadi “mengembangkan tenaga ahli”—tidak hanya menyediakan diagnosis dan terapi berstandar internasional bagi pasien, tetapi juga berupaya agar teknologi ablasi presisi dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak dokter dan pasien di seluruh dunia. Ke depan, rumah sakit akan terus memperdalam pertukaran dan kerja sama dengan institusi medis di Asia Tenggara dan Asia Tengah, dengan mengusung filosofi terapi minimal invasif “trauma lebih kecil, pemulihan lebih cepat, dan kualitas hidup lebih tinggi”, serta menghadirkan lebih banyak solusi dari Tiongkok dalam upaya global melawan kanker.
