— Wawancara dengan Dr. Wu Chaobo, Kepala Bangsal Kedua Chengdu UNI-ASIA Hospital
Lebih dari sepuluh tahun mendalami intervensi minimally invasive tumor; dua ribu catatan edukasi menjadi jejak profesional dari meja operasi hingga internet
Dr. Wu Chaobo memiliki dua peran. Di meja operasi, ia adalah dokter yang mengoperasikan kateter dan jarum ablasi; di internet, ia adalah penulis edukasi kesehatan yang konsisten menjelaskan terapi minimally invasive tumor dengan bahasa yang mudah dipahami. Dalam beberapa tahun, akun video pendeknya telah menarik perhatian puluhan ribu pasien tumor. Di balik layar, sebagian pasien menjadi lebih tenang setelah mendengar penjelasannya tentang prosedur intervensi, sementara sebagian lainnya mengikuti arahan dalam videonya dan datang dari provinsi lain untuk berkonsultasi langsung.
Dr. Wu Chaobo pernah menempuh pelatihan lanjutan di berbagai institusi medis ternama di Tiongkok, termasuk Departemen Intervensi Sun Yat-sen University Cancer Center, Departemen Radioterapi Peking University Third Hospital, dan Tianjin Medical University Second Hospital. Ia juga pernah bekerja selama bertahun-tahun di departemen onkologi sebuah rumah sakit yang tersertifikasi JCI di Amerika Serikat. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman yang komprehensif dalam intervensi vaskular dan non-vaskular, serta keterlibatan dalam lebih dari 10.000 prosedur intervensi minimally invasive.
Jika menelusuri catatan konsultasinya, rentang penyakit yang ia tangani sangat luas: tumor sistem pencernaan, tumor sistem pernapasan, tumor ginekologi, fibroid rahim, hemangioma, serta berbagai tumor jinak dan ganas lainnya, semuanya termasuk dalam spektrum terapi minimally invasive yang ia kuasai. Dari sisi teknik, embolisasi intervensi vaskular, infus obat presisi, implantasi partikel yodium-125, microwave ablation, cryoablation, dan radiofrequency ablation diintegrasikan olehnya menjadi modul terapi yang fleksibel. Ia sangat menekankan satu prinsip terapi: serangan lokal yang presisi harus berjalan bersamaan dengan pengendalian sistemik. Terapi target dan imunoterapi kerap ia masukkan ke dalam skema lanjutan setelah prosedur intervensi, membentuk struktur dua lapis berupa “pengurangan tumor lokal dan stabilisasi sistemik”.
Selama beberapa tahun terakhir, ia terus mempublikasikan konten edukasi daring tentang intervensi minimally invasive tumor, mencakup prinsip terapi intervensi untuk berbagai tumor padat, manajemen pascaoperasi, serta panduan berobat. Dalam salah satu balasannya, ia menulis: “Bertanya sepuluh ribu kali secara daring tidak sebanding dengan datang langsung agar saya dapat melihatnya sekali.” Ia percaya pada kekuatan internet untuk menyebarkan informasi medis bermutu secara lebih merata, tetapi ia juga memahami bahwa kedokteran pada akhirnya bertumpu pada penilaian dan kepercayaan yang dibangun secara tatap muka.
Dr. Wu Chaobo menghabiskan lebih dari sepuluh tahun untuk membuka sebuah jalan: membawa konsep dari institusi medis papan atas ke praktik klinis, mengubah pengalaman di meja operasi menjadi pengetahuan yang dapat disebarluaskan, dan mengarahkan perhatian pasien dari ruang daring menuju konsultasi langsung. Ia pernah mengatakan bahwa pekerjaan dokter intervensi ibarat mengantarkan sebuah kawat pemandu secara presisi ke tepi lesi: harus mampu mencapainya, dan juga harus mampu menariknya kembali dengan aman. Kini, ketika melihat kembali kata-kata yang ia sampaikan di depan kamera, mungkin itulah bentuk lain dari “menghubungkan” yang ia temukan untuk profesinya.